Mengenal Gaya Hidup Individualisme di Masyarakat

Gaya hidup individualisme ini pada umumnya dapat diartikan sebagai gaya hidup seseorang yang lebih mengutamakan kebebasan pribadinya. Maksudnya ialah, individu tersebut cenderung ingin hidup tanpa harus berinteraksi dengan orang lain. Maka dari itu orang-orang yang cenderung menganut gaya hidup individualisme ini akan menghindar dari kehidupan sosial di sekitarnya.

Mereka tidak akan peduli dengan berbagai kegiatan ataupun kejadian yang terjadi di lingkungannya. Mereka hanya peduli dengan kepentingan dirinya dibandingkan hal-hal tidak penting di luar sana. Nah, untuk mengetahui ciri-ciri individu yang memiliki gaya hidup individualisme ini silahkan menyimak poin-poin berikut ini.

Baca Juga : Stop! Gaya Hidup Konsumtif dan Cara Menghindari

Ciri-Ciri Individualisme Di Masyarakat

  • Orang-orang yang individualis sangat jarang berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarnya termasuk dengan tetangganya sendiri
  • Orang-orang individualis kurang memperhatikan kepentingan orang lain di sekitarnya. Contohnya ketidakpedulian pada kondisi penumpang transportasi di mana mereka seharusnya memprioritaskan orang tua atau wanita hamil untuk duduk dibandingkan dengan dirinya.
  • Orang-orang individualis juga jarang berinteraksi dengan rekan kerja mereka meskipun sering bertemu setiap harinya.

Dapat dikatakan bahwa orang-orang yang menganut gaya hidup individualisme ini akan jauh dari sikap tolong menolong atau bergotong royong. Mereka lebih fokus untuk memikirkan dirinya sendiri agar lebih maju dan terus berkembang. Mereka akan menganggap jika tujuan tersebut lebih penting dan menguntungkan diri mereka dibandingkan ikut campur dengan kepentingan lainnya.

Maka jangan heran pula jika kalian akan sering melihat seorang individualis yang sangat suka dengan dunia kerja. Mereka akan pergi pagi dan pulang pagi hingga tak sempat berinteraksi dengan siapapun. Mereka memang lebih mengutamakan kesibukan demi mencapai tujuannya.

Individualisme Banyak Di Perkotaan

Pada kenyataannya, orang-orang yang hidup dengan gaya individualisme ini akan lebih banyak ditemui di wilayah perkotaan dibandingkan di pedesaan atau kota-kota kecil. Banyak dari mereka yang memang sengaja membangun jarak antara tetangga-tetangganya.

Karena terlalu sibuk bekerja akhirnya interaksi pun akan sulit dilakukan dengan lingkungan sekitarnya. Tak jarang pula dari orang-orang yang menganut gaya hidup ini akan selalu menutup pintu rumah mereka agar mereka lebih fokus dengan dirinya sendiri.

Tidak bisa dipungkiri, dibalik sisi negatif dari gaya hidup yang satu ini ternyata juga memiliki sisi positive yang lain. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa orang-orang yang cenderung individualis adalah orang-orang mandiri dan selalu percaya pada dirinya sendiri. Maka jangan heran jika orang-orang individualis kebanyakan lebih sukses di karir mereka karena mereka memang fokus untuk bekerja dan bekerja.

Namun, meskipun demikian sebagai orang yang hidup di Indonesia dan memiliki budaya gotong royong, sudah seharusnya kita tetap menanamkan rasa peduli antar sesama dan lingkungan. Jangan sampai gaya hidup seperti ini semakin tertanam di tengah masyarakat kita terutama di kalangan remaja.

Individualisme Menyebar Ke Remaja

Zaman yang terus berubah tentu juga akan berpengaruh pada setiap generasi begitu halnya pada remaja kita saat ini. Terlebih dengan semakin majunya perkembangan teknologi di kalangan remaja yang bisa saja menyeret mereka ke dalam gaya hidup individualisme. Sebut saja semakin menjamurnya permainan game yang membuat banyak remaja menjadi anak yang antisosial dan cenderung mengurung diri dari lingkungan bahkan dari kehidupan keluarganya.

Baca Juga : 7 Perubahan Gaya Hidup Dari Masa Ke Masa yang Jarang Disadari

Demi mengantisipasi gaya hidup individualisme di kalangan remaja ini maka dibutuhkan perang orang tua, guru hingga masyarakat. Adapun beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk menghindarkan para remaja ini dari gaya hidup individualisme ialah sebagai berikut.

  • Orang tua yang lebih aktif memperhatikan kehidupan anaknya
  • Menanamkan pola asuh dan pendidikan yang baik sejak dini
  • Membekali anak dengan dasar agama yang baik
  • Mengajarkan arti pentingnya kepedulian antar sesama
  • Para guru harus lebih bersahabat dengan siswa
  • Memberikan kebebasan siswa dalam mengekspresikan diri di sekolah
  • Menciptakan suasana belajar yang nyaman
  • Sekolah menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi siswa untuk belajar dan bermain
  • Tokoh-tokoh masyarakat harus rutin berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya
  • Menyediakan sarana dan prasarana untuk menunjang potensi dan bakat anak
  • Masyarakat juga harus menjadi teladan yang baik

Mengubah gaya hidup individualisme di tengah gempuran globalisasi dan teknologi memanglah tidak mudah akan tetapi hal tersebut bukanlah hal yang tidak mungkin. Oleh sebab itu, setiap individu memiliki peran penting untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang tetap berada pada budaya gotong royongnya.

Related Posts